Selong, SUARASELAPARANG - DPC PERADI Lombok Timur mengadakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Fakultas Syariah Institut Agama Islam Hanzamwadi (IAIH) Pancor, Lombok Timur pada Sabtu, (06/06/20) kemarin.

 

Ketua PERADI Lombok Timur, Gema Akhmad Muzakir, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) sebenarnya sudah diprogramkan dari awal Januari 2020 lalu. Bahkan saat itu, pendaftarannya pun sudah dibuka. Namun terpaksa ditunda tiga kali akibat munculnya wabah pandemi Covid-19.

 

"Alhamdulillah pada hari Jumat, tanggal 5 Juni 2020 kemarin kita mulai mengadakan kegiatan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) sesuai protap Covid-19" terang Muzakir.

 

Lebih lanjut, Muzakir juga menyampaikan pelaksanaan kegiatan PKPA tersebut sudah mendapatkan izin dari institusi berwenang. Salah satunya dari Kapolres dan Dinas Kesehatan Lombok Timur. Satgas Covid-19 Lombok Timur juga telah menempatkan 2 orang petugasnya untuk mengukur suhu tubuh para peserta PKPA dan mengawasi pelaksanaan kegiatan agar sesuai dengan protokol kesehatan.

 

“Kita tidak mau kecolongan, kita tetap mengikuti aturan maupun arahan dari satgas Covid-19 Kabupaten Lombok Timur,” terangnya.

Menurut Muzakir, diadakannya gelaran Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Lombok Timur ini, merupakan yang pertama kali dalam sejarah dunia advokat. Ia pun memaparkan kegiatan PKPA dapat mempermudah alumni Sarjana Hukum terutama yang berdomisili di Lombok Timur mengikuti pendidikan khusus advokat. Karena selama ini, pendidikan khusus advokat biasanya diselenggarakan di Mataram, bahkan di luar daerah seperti di Bali, Jakarta, Surabaya dan Makassar. 

 

"Kegiatan PKPA ini dapat mempermudah para alumni Sarjana Hukum, khususnya yang berdomisili di Lombok Timur, mereka tidak perlu jauh-jauh untuk mengikuti pendidikan khusus advokat di luar daerah, sehingga dapat menghemat biaya transportasi, penginapan dan lain-lain," jelas Muzakir.

 

Terselenggaranya kegiatan PKPA ini, tak lepas dari buah kerjasama antara DPC PERADI Lombok Timur dan Fakultas Syariah IAIH Pancor atas delegasi dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI di Jakarta. 

 

DPN PERADI menganggap Fakultas Syariah IAIH Pancor layak dijadikan mitra karena telah memenuhi syarat, sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyebutkan organisasi advokat wajib melakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi yang mempunyai fakultas hukum/syariah yang memiliki akreditasi B.

 

Selain melakukan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), nantinya DPC PERADI Lombok Timur juga akan mengadakan Ujian Profesi Advokasi (UPA) di Lombok Timur. Muzakir pun mengaku telah siap melakukan koordinasi dengan DPN PERADI Jakarta dan DPC PERADI Mataram.

 

Tak tangung-tanggung, pemateri yang dihadirkan dalam Program Pendidikan Khusus Advokat (PKPA) di Lombok Timur ini, merupakan para pemateri yang berkualitas, baik dari segi keilmuan dan telah diakui memiliki kapasitas dalam bidangnya masing-masing, di antaranya adalah KPN Selong, Kejari Lotim, KPA Selong, Dekan Fakultas Hukum Universitas Mataram (UNRAM) dan beberapa dosen lain yang memiliki ‘jam terbang’ tinggi.

 

Adapun nama besar lainnya yang menjadi pemateri di antaranya adalah mantan Ketua Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) Dr. Ricardo Simanjuntak, S.H., LLM, yang merupakan Wakil Ketua Umum DPN PERADI. Dr. Salih Mangandar Sitompul, S.H., M.H. yang merupakan Wakil Ketua Umum DPN PERADI Bagian Sertifikasi & Pengangkatan Advokat.

 

Muzakir berharap, dengan diadakannya PKPA di Lombok Timur dapat melahirkan advokat yang profesional, mampu menguasai  dan menangani segala bidang permasalahan hukum. 

 

“Semoga dari kegiatan ini muncul advokat-advokat yang tidak hanya sekedar memegang Kartu Tanda Advokat (KTA) saja, namun tentunya memiliki pengetahuan yang luas,” pungkasnya. (anas)

 

Sumber: 

https://www.suaraselaparang.com/2020/06/gelar-pendidikan-advokat-di-kampus.html

SEKRETARIAT DPN PERADI

PERADI TOWER
Jl. Jend. Achmad Yani No.116, Jakarta Timur 13120

T: +62 21 3883 6000, E: info@peradi.or.id

Copyright © Perhimpunan Advokat Indonesia 2015